HAMA SPODOPTERA LITURA PDF

Each treatment was repeated four times. The variables measured were mortality of larvae, percentage of formed pupae, percentage of emerging imago, and life length of imago. The results showed that application of the sweet flag rhizome extract affected mortality of larvae, formed pupae, emerging imago, and life length of imago S. Lepidoptera : Noctuidae merupakan salah satu hama serangga yang potensial menyerang tanaman pala-wija dan sayuran di Indonesia Samsudin,

Author:JoJosida Goltishura
Country:Canada
Language:English (Spanish)
Genre:Life
Published (Last):2 April 2006
Pages:361
PDF File Size:2.7 Mb
ePub File Size:10.26 Mb
ISBN:861-7-29364-508-6
Downloads:40920
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Babar



Prodenia litura termasuk famili Noctuidae, Ordo Lepidoptera. Di luar negeri serangga ini dikenal dengan berbagai macam nama: Common cutworm, Tobacco cutworm, Cotton bowlworm, dan Armyworm. Armyworm mula-mula dialihbahasakan menjadi ulat tentara kemudian diubah menjadi ulat grayak. Ulat grayak bersifat polifag. Tanaman inang selain kedelai adalah kacang tanah, kacang hijau, tembakau, cabai, ubi jalar, buncis, kacang panjang, bayam, dan talas.

Ulat grayak tersebar luas di Indonesia meliputi 22 propinsi dengan luas serangan rata-rata mencapai Oleh sebab itu frekuensi aplikasi insektisida perlu diperhitungkan agar secara ekologi dan ekonomi tindakan pengendalian tidak merugikan karena penggunaan insektisida kimia terjadwal dan berlebihan serta secara terus menerus dapat mematikan populasi musuh alami seperti parasitoid dan predator.

Disamping itu, akan menimbulkan masalah resistensi dan resurjensi baik hama utama maupun hama lainnya serta mencemari lingkungan. Pengendalian secara kultur teknis, melalui a Pergiliran tanaman dengan tanaman bukan inang, b Tanam serempak dengan selisih waktu antara tanam awal dan tanam akhir tidak lebih dari 10 hari, c Penanaman tanaman perangkap imago dan telur S. Pengendalian secara hayati Musuh alami berperan penting untuk mengatur dan mempertahankan keberadaan hama di bawah ambang yang tidak merugikan.

Hasil beberapa penelitian menunjukkan bahwa SlNPV berpotensi dikembangkan untuk mengendalikan ulat grayak. SlNPV sebagai salah satu agens hayati yang efektif dan dapat diformulasikan serta dapat diproduksi secara in vivo dengan menginfeksi ulat grayak , maka SlNPV layak dikembangkan sebagai bioinsektisida. Virus pada umumnya bersifat spesifik, yaitu pada tingkat genus saja, akan tetapi strain JTM 97C selain dapat mematikan ulat grayak juga dapat mematikan ulat hama penggulung daun, ulat jengkal, penggerek polong, perusak polong kedelai Maruca testulalis Geyer , perusak polong pada tanaman kacang hijau, dan ulat kubis Crocidolomia binotalis Zell.

Oleh karena itu, SlNPV harus tertelan bersama-sama pakan yang dikonsumsi melalui mulut, kemudian ke pencernaan, dan gejala penularan SlNPV pada ulat grayak akan terlihat setelah 1—3 hari.

Ulat stadia-1 yang tertular SlNPV pada umumnya akan berwarna putih susu, akan tetapi gejala ini agak sulit dilihat secara kasat mata, kecuali dengan mikroskop. Gejala infeksi virus pada ulat stadia-3 dan 4 ditandai dengan warna putih kecoklatan pada bagian perutnya tubuh bagian bawah , sedangkan pada bagian punggung arah dorsal berwarna coklat susu kehitaman.

Apabila sampai pada tahap ngengat kupu-kupu , maka bentuk sayap menjadi keriting Gambar 2. Ulat yang tertular SlNPV pada umumnya ditandai dengan berkurangnya aktifitas makan, gerakan yang lambat, tubuh membengkak akibat replikasi atau perbanyakan partikel-partikel virus SlNPV. Integumen bagian ruas ulat biasanya menjadi lunak dan rapuh serta mudah robek. Apabila tubuh ulat tersebut pecah maka akan mengeluarkan cairan kental berwarna coklat susu berupa cairan SlNPV Gambar 3 dengan bau yang sangat menyengat.

Kematian ulat terjadi pada 3—7 hari setelah tertular SlNPV. Biopestisida tersebut dapat dibuat dalam bentuk powder maupun cair dan dikemas dalam botol plastik maupun kantong plastik. Biopestisida SlNPV JTM 97C dapat disimpan dalam kulkas ataupun refrigerator sampai 8 bulan lebih, sedangkan dalam ruangan dengan suhu kamar mampu bertahan sampai 6 bulan.

Keuntungan SlNPV sebagai bioinsektisida untuk ulat grayak adalah: 1 Bersifat spesifik dan selektif terhadap hama sasaran larva dari ordo Lepidoptera, sehingga tidak berbahaya bagi manusia, hewan, dan aman bagi musuh alami, 2 Persisten di alam, tidak menimbulkan residu beracun, 3 Efektif terhadap inang yang sudah resisten terhadap insektisida kimia, 4 Kompatibel dengan teknik pengendalian lain.

Gambar 6. Bioinsektisida Vir-Gra Virus untuk ulat grayak. Kelemahan bioinsektisida SlNPV adalah tidak tahan terhadap sinar ultraviolet matahari. Oleh karena itu, dianjurkan penggunaannya dilaksanakan pada sore hari, dan saat penyemprotan sebaiknya diarahkan ke permukaan bawah daun. Gambar 7.

BRUNNER ENFERMERIA MEDICO QUIRURGICA 10 EDICION PDF

Pengendalian Ulat Grayak Pada Tanaman Jagung

Langkah pengelolaan Pengelolaan hama dapat dilaksanakan dengan efektif apabila mengenali dengan baik hama sasaran. Pengendalian secara hayati Musuh alami berperan penting untuk mengatur dan mempertahankan keberadaan hama di bawah ambang yang tidak merugikan. Gejala infeksi virus pada ulat stadia-3 dan 4 ditandai dengan warna putih kecoklatan pada bagian perutnya tubuh bagian bawah , sedangkan pada bagian punggung arah dorsal berwarna coklat susu kehitaman. Pengelolaan Terpadu Ulat Grayak Pendekatan Sistem Pengendalian Berkembangnya resistensi hama terhadap insektisida yang diikuti dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan dampak buruk penggunaan insektisida secara intensif, mendorong perlunya pengendalian hama secara terpadu dengan menekan penggunaan insektisida kimia dan mempertahankan keberlanjutan sistem usaha tani Carter

EVANGELIO DE LUCAS GAVILAN PDF

WASPADAI ULAT GRAYAK PADA TANAMAN JAGUNG

Spesies: Spodoptera litura F. Morfologi Ulat Grayak Ulat garyak mempunyai titik hitam arah lateral pada setiap abdomen. Larva mudah berwarna kehijau-hijauan, instar pertam tubuh berwarna hijau kuning, panjang 2,,74 mm dan tubuh berbulu-bulu halus, kepala berwarna hitam dengan lebar 0,,3 mm. Instar kedua, tubuh berwarna hijau panjang 3,,0 mm, bulu tidak terlihat dan ruas abdomen pertama terdapat garus hitam meningkat pada bagian dorsal terdapat garis putih memanjang dari torak hingga ujung abdomen. Larva instar ketiga memiliki panjang tubuh 8,,0 mm dengan lebar 0,,6 mm Desy dkk,

ARCHSHADERS VOL.2 FOR VRAY PDF

Hama ini tersebar luas di daerah dengan iklim panas dan lembap dari subtropis sampai daerah tropis. Ngengat Spodoptera terdiri dari banyak spesies, namun yang paling banyak menyerang tanaman di Indonesia adalah Spodoptera exigua dan Spodoptera litura. Ulat grayak dari spesies Spodoptera exigua berwarna coklat kehijauan dan Spodoptera litura larvanya berwarna coklat. Ulat grayak merupakan hama nokturnal yang aktif di malam hari dan pada siang hari bersembunyi di dalam tanah atau di balik daun. Hama ini biasanya berkelompok dan serangannya bisa sangat hebat karena dalam waktu satu malam bisa menghabiskan tanaman, mulai dari daun, batang hingga buah.

BLOOD SORCERY SACRAMENTS AND BLASPHEMIES PDF

Prodenia litura termasuk famili Noctuidae, Ordo Lepidoptera. Di luar negeri serangga ini dikenal dengan berbagai macam nama: Common cutworm, Tobacco cutworm, Cotton bowlworm, dan Armyworm. Armyworm mula-mula dialihbahasakan menjadi ulat tentara kemudian diubah menjadi ulat grayak. Ulat grayak bersifat polifag.

Related Articles